Senin, 26 November 2012

PEMBANGUNAN KOPERASI


Pembangunan Koperasi Negara Berkembang (di Indonesia )

Kendala yang dihadapi masyarakat :

1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi

2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
a. Koqnisi
b. Apeksi
c. Psikomotor

3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967 Tahapan membangun Koperasi :
a. Ofisialisasi
b. De-ofisialisasi
c. Otonomisasi

4. Misi UU No.25 Tahun 1992 merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, berlandaskan Pancasila dan UUD1945.


Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara  Berkembang menurut A. Hanel, 1989

Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.

Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.

Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri.



sumber:
ocw.gunadarma.ac.id

Peranan Koperasi


Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk pasar

Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :
1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market) , yaitu :Monopoli,
Persaingan Monopolistik (monopolistik competition), dan Oligopoli.

Peranan Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market)
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
- Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
- Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
- Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar
- Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna



Koperasi dalam Pasar Monopolistik

Ciri-cirinya :
Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
Produk yang dihasilkan tidak homogen
Ada produk substitusinya
Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
ƒHarga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya



Koperasi dalam Pasar Oligopoli

Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.

Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga
Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi,  membedakan mutu dan bentuk produk.



sumber:
ocw.gunadarma.ac.id

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan


Efisiensi Perusahaan Koperasi


Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang  kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi.
• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien).

Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :

(1) Manfaat ekonomi langsung (MEL)
(2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL) MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya. METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.

• Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
• Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa



Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:


1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP   = Realisasi Biaya pelayanan : Anggaran biaya pelayanan
 = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota
2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi biaya usaha : Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha
Efektivitas Koperasi
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK      = Realisasi SHUk + Realisasi MEL : Anggaran SHUk + Anggaran MEL
 = Jika EvK >1, berarti efektif




Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain.  Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi (1) Neraca, (2)  perhitungan hasil usaha (income statement), (3) Laporan arus kas (cash flow), (4) catatan atas laporan keuangan (5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.

• Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kpd anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.

• Perbedaan yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.



sumber:
ocw.gunadarma.ac.id

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Anggota


Efek-Efek Ekonomis Koperasi

Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang
kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang  telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.

Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1.Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.


Efek Harga dan Efek Biaya

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi.  Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian  maupun normatif. Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang  begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota.  Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.



Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi

Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang  di terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.


Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan.
Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.

Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang  sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat.  Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.


Sumber:
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi

Sabtu, 27 Oktober 2012

KOPERASI MANDIRI BINAKARYA

COMPANY PROFILE



Berawal dari nama Koperasi Karyawan PT. PLN (PERSERO) Unit Pengendali Telekomunikasi yang didirikan pada tahun 1997,  seiring dengan perubahan perusahaan PT. PLN (PERSERO) Unit Pengendali Telekomunikasi menjadi sebuah perusahaan baru dengan nama PT. INDONESIA COMNETS PLUS atau yang di kenal dengan nama PT. ICON+,  pada tahun 2005 Koperasi Karyawan PT. PLN (PERSERO) Unit Pengendali Telekomunikasi pun berubah nama menjadi Koperasi Karyawan PT. Indonesia Comnets Plus atau yang lebih di kenal dengan nama KOPKAR PT. ICON+.


Dengan harapan perkembangan usaha dan bisnis ke depan, dengan membidik pasar eksternal yang lebih luas, maka pada tahun 2007 kami melakukan perubahan nama menjadi KOPERASI MANDIRI BINAKARYA atau dipersingkat dengan nama SIMBIKA.


SIMBIKA merupakan koperasi modern yang mampu bersaing dengan badan usaha lainnya, dengan tetap berpegang teguh pada azas dan tujuan Koperasi yang merupakan badan usaha bersama atas azas kekeluargaan. Bidang usaha kami tidak hanya sekedar kegiatan simpan pinjam kepada anggota, namun kami juga memberikan jasa pelayanan dan perdagangan umum.


Bidang usaha yang telah digeluti SIMBIKA adalah Perdagangan Umum dan Penyedia Jasa Layanan, dengan focus bisnis yang meliputi; Penyedia Jasa Sewa Perlengkapan, Peralatan dan Sarana Operasional Kantor, yang di dalam nya meliputi Jual IT Telekomunikasi dan Sewa Komputer, Sewa Mesin Fotocopy, Sewa Kendaraan Operasional, Interior Design & Office Furniture. Penyedia Man Power yaitu; jasa perekrutan tenaga kerja dan penyedia jasa tenaga kerja outshorecing, serta jasa pelayana lainnya.


Dengan semangat untuk menjadi koperasi terdepan dan maju di Indonesia, SIMBIKA selalu berusaha melakukan pengembangan dan  berinovasi dalam pelayanan sebagai upaya untuk memberikan kepuasan kepada anggota, pelanggan/customer, dan mitra/partner kami.





VISI DAN MISI



Visi Kami;

Menjadi Koperasi Modern dan terkemuka dalam perdagangan dan jasa, menciptakan lapangan kerja serta bisnis nasional lainnya.

Memaksimalkan nilai untuk kepentingan anggota dan membangun lingkungan kerja yang ideal dan dinamis



Misi Kami;

1.   Memberikan pelayana yang terbaik dalam bidang bisnis dan jasa

2.   Membangun kinerja yang tinggi menuju perusahaan yang memiliki daya saing

3.   Memberikan kontribusi kepada Negara dalam perkembangan perekonomian
      nasional



Falsafah Kami;

Kami berbicara dan bertindak berdasarkan analisa, sehingga koperasi kami dapat berkembang dan maju berkat integritas dan selalu mengupayakan hasil yang lebih baik.






SUSUNAN PENGURUS

KOPERASI MANDIRI BINAKARYA
(SIMBIKA)



 Ketua                  : AJAT MUNAJAT
 Sekretaris            : TOSA PRIYO UTOMO
 Bendahara          : YUS INDRIADI
 Manager             : LULUS YUWONO





ALAMAT KANTOR



KOPERASI MANDIRI BINA KARYA
SIMBIKA Office Building
Jl. Raya Bukit Cinere No. 145
Depok – Jawa Barat
Indonesia – 16514

Contact;
T: 62.21 – 753 5327 (Hunting)
F: 62.21 – 753 4315


PIC :  M. ”Adi” Rochyadi
Mobile :  0878 7757 8871   or   0815 970 1673







BIDANG USAHA & UNIT BISNIS
KOPERASI MANDIRI BINAKARYA (SIMBIKA)


  1. IT & TELEKOMUNIKASI
Penyedian barang untuk product Teknologi Informatika dan Telekomunikasi, meliputi;
-          Infrastruktur Data Center, Server, Storage, Networking, Telekomunikasi dan Media Digital
-          Hardware, berupa; PC, Notebook, Printer dan Peripheral lainnya
-          Software, berupa; Operating System, Anti Virus, Application Solution, Monitoring System, Virtualization System dan lainnya
-          Office Automation & Communication, berupa; Aplikasi Payroll, Aplikasi HR, Accounting, Inventory System, Library & Archiving System, Time Attandance, CCTV, PABX System, IP Telephony dan lainnya

  1. PERDAGANGAN UMUM
Menyediakan dan mensupport pengadaan dan lelang barang atau jasa
Perlengkapan kantor dan ATK

  1. JASA
Dari perdagangan tentunya kami memberikan fasilitas jasa Service dan Maitenance. Jasa ini dapat dilakukan dengan cara temporary per-case atau kontrak maintenance yang berkesinambungan.



  1. RENTAL  (JASA SEWA MENYEWA)
Kami juga menerima jasa sewa-menyewa untuk product;
-   IT & Telekomunikasi dari semua merk dan type sesuai permintaan customer
-   Mesin Fotocopy, semua merk dan type
-   Kendaraan Bermotor, semua merek dan type









  1. MAN POWER
Kami juga menyediakan jasa perekrutan tanaga kerja yang diperlukan dan jasa penyedia tenaga outshorsing sesuai permintaan dan qualifikasi dari client dan mitra kami

  1. INTERIOR DESIGN & OFFICE FURNITURE
Penyediaan kebutuhan peralatan kantor berupa furniture dan interior design sesuai permintaan client dan jasa konsultasi design yang akan membantu dan memberikan solusi design yang terbaik dan juga menarik, seperti; pemilihan warna furniture dan warna interior serta panel skat, panel dinding, wall papper, rised floor, ruang server, ruang meeting, ruang call center dan lainnya.

  1. INVESTASI
SIMBIKA memberikan kesempatan dalam kerjasama, turut serta dan berpartisipasi dalam penyertaan dana dan penanaman modal, pada perusahaan swasta nasional, Instansi, BUMN, BUMD, UMKM dan lainnya, dengan kontrak kerjasama atau kemitraan yang baik.





SYARAT KEANGGOTAAN




I.      ANGGOTA BIASA :

1.             Mengajukan permohonan secara tertulis kepada Pengurus.
2.             Warga Negara Indonesia, Melampirkan 1 lembar Foto copy KTP.
3.             Melampirkan Foto Copy SK Pegawai.
4.             Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan (dewasa, tidak dalam perwalian, sehat jasmani dan rohani).
5.             Bertempat tinggal di wilayah kerja PT. INDONESIA COMNETS PLUS.
6.             Mata pencaharian (pekerjaan) : Karyawan PT. INDONESIA COMNETS PLUS, memiliki hak suara, hak pilih dan dipilih untuk menjadi pengurus atau pengawas dan memperoleh SHU .
7.             Telah melunasi Simpanan Pokok sejumlah Rp. 2.500.000,- ( Dua juta lima ratus ribu rupiah ).
8.             Membayar Simpanan Wajib sebesar Rp. 100.000,- per bulan.
9.             Telah menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Rapat Anggota dan peraturan peraturan perkoperasian yang berlaku.

Catatan :

1.        Keanggotaan Koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam buku daftar anggota.
Pengurus berhak menerima dan atau menolak keanggotaan calon anggota dengan mengeluarkan surat jawaban atas permohonan calon anggota yang diajukan kepada Pengurus.


Permodalan Koperasi


Modal merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha – usaha Koperasi.
– Modal jangka panjang
– Modal jangka pendek
Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.




SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI


A. SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI  (UU NO. 12/1967)

• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri

B.   SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI  (UU No. 25/1992)

• Modal sendiri (equity capital)
• Modal pinjaman ( debt capital)


C.   SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI  (UU No. 25/1992)

Modal sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/hibah.
Modal pinjaman ( debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.




DISTRIBUSI CADANGAN KOPERASI

Cadangan menurut UU No. 25/1992, adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

Sesuai Anggaran Dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25 % dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk Cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari
usaha anggota sebesar 60 % disisihkan untuk Cadangan.


Manfaat Distribusi Cadangan
• Memenuhi kewajiban tertentu
• Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha


sumber:
elib.unikom.ac.id/download.php?id=7462
ocw.gunadarma.ac.id/course/...s1/...koperasi/permodalan-koperasi