Senin, 06 Januari 2014
LIPSTICK
Masyarakat mengenalnya sejak 5.000 tahun silam. Lipstik mengukir sejarah panjang sejak masa prasejarah hingga mencapai bentuknya saat ini. Dalam perjalanannya, lipstik tak hanya mengambil peran penting dalam perwujudan kata cantik, tapi juga berbagai simbol yang penuh kontroversi.
Sumeria Kuno
Di tempat inilah pemakaian lipstik pertama kali terekam. Ratu Ur, yang kemudian dipakai dalam sebuah iklan terlihat mempercantik bibirnya dengan formula kemerahan dari batu besi sebagai simbol kepemimpinan dan kekayaan.
Mesir Kuno
Bangsa Mesir mulai mengenal pewarna bibir dari warna merah bata, merah tua dan warna lain untuk mencipta berbagai nuansa. Warna pemulas Mesir kuno beragam dari warna jeruk keprok yang merah muda hingga warna hitam. Ini membuktikan bahwa sejak zaman prasejarah pun lipstik hitam bukan sesuatu yang baru.
Yunani Kuno
Di Yunani Kuno, lipstik dianggap sebagai kosmetik khusus untuk pelacur. Para ‘kupu-kupu malam’ mengoleskan formula dari anggur, rumput laut, dan murbei untuk memerahkan bibir mereka.
Romawi Kuno
Para wanita romawi membutuhkan bantuan ornatrix atau budak kosmetik untuk mendandani mereka termasuk memakaikan pemulas bibir. Lipstik pilihan wanita Romawi adalah ungu-merah. Pria juga memakai lipstik seperti halnya wanita, dengan warna berbeda yang menunjukkan status sosial.
Timur Tengah
Pada 1000 Masehi, ahli kecantikan terkenal Abulcasis Moor menciptakan lipstik padat pertama dengan menggunakan cetakan berbentuk khusus.
Kekaisaran Aztek
Suku Aztec menggiling kumbang cochineal untuk membuat bahan pewarna, sekaligus menggunakannya untuk melukis bibir dan wajah menjadi merah jambu.
Tudor Inggris
Ratu Elizabeth I sangat menyukai lipstik. Resep pribadinya terdiri dari kumbang cochineal, permen karet Arab, putih telur, dan susu ara. Di masanya, lahir lip liner dari campuran gips Paris dengan sejenis pigmen merah yang kemudian dikeringkan.
Amerika Awal
Istri presiden Amerika Serikat, Martha Washington, terkenal dengan senyum di bibir berwarna ceri. Resep pribadinya adalah lip balm dari lebah, lemak, gula, minyak almond, alkanet, kismis, lilin dari kepala ikan paus dan balsam.
1940-an
Perang Dunia II menjadikan para buruh pabrik wanita memiliki penghasilan sendiri dan mampu membeli kosmetik. Lipstik tidak lagi menjadi barang mahal yang hanya dapat dinikmati kalangan atas. Aktris ningrat sekelas Bette Davis dan Katharine Hepburn memopulerkan bibir merah.
2007
Dalam sebuah penelitian untuk kampanye aman kosmetika, ilmuwan menemukan sebuah kontroversi bahwa sepertiga dari merek lipstik yang beredar di pasaran belum melewati uji keamanan. Namun, perusahaan kosmetik mengabaikan klaim tersebut dan bersikeras produk yang mereka pasarkan aman digunakan.
Fakta mengenai Lipstik:
1. Lipstik, penanda strata sosial
Di era kerajaan Romawi, lipstik digunakan sebagai penanda status sosial. Lipstik hanya digunakan masyarakat kelas atas, bahkan para pria pun menggunakannya.
2. Simbol prostitusi di era Yunani Kuno
Di awal masa kerajaan Yunani Kuno, para wanita tidak menggunakan kosmetik sama sekali, kecuali para pekerja seks komersial. Itulah sebabnya, di era itu lipstik menjadi lambang bisnis prostitusi.
3. George Washington pun pakai lipstik
Salah satu bapak pendiri Amerika Serikat, George Washington, rupanya senang memakai lipstik. Washington juga memakai make up komplit, termasuk menaburkan bedak bubuk di rambut palsu yang dipakainya.
4. Nyaris ilegal di Inggris
Tahun 1650, parlemen Inggris membuat peraturan yang melarang penggunaan lipstik, atau yang biasa mereka sebut “peralatan melukis”. Sayangnya, rancangan undang-undang ini tidak berhasil diloloskan pemerintah.
5. Lipstik khusus Ratu Elizabeth II
Saat penobatannya di tahun 1952, Ratu Elizabeth II dihadiahi lipstik yang diproduksi khusus dengan warna senada dengan jubah kerajaan yang digunakannya. Lipstik dengan rona merah kebiruan itu diberi nama “The Balmoral Lipstick”, sesuai dengan nama kampung halamannya di Skotlandia.
6. Pakai lipstik di Kansas, bisa dipenjara
Pada 1915, sebuah rancangan undang-undang dibuat di Kansas, Amerika Serikat, yang mengatur pelarangan pemakaian lipstik (dan make up lain) oleh wanita di bawah usia 44 tahun. Alasannya, make up dapat membuat penampilan terlihat palsu.
7. Lipstik merah Elizabeth Taylor
Di masa kejayaannya, Elizabeth Taylor sangat menyukai lipstik berwarna merah. Setiap kali main film, Liz meminta kepada produser agar tidak ada satu orang pun yang memakai lipstik merah di lokasi syuting selain dirinya.
8. Penjualan lipstik tetap stabil selama Perang Dunia II
Selama masa Perang Dunia II, produksi semua jenis kosmetik dipangkas, kecuali lipstik. Winston Churchill memutuskan untuk mempertahankan produksi lipstik karena dinilai memiliki dampak positif terhadap moral masyarakat. Hasilnya, penjualan lipstik pun tetap stabil walau perekonomian terpuruk di masa Perang Dunia II.
Sumber:
http://informanz.blogspot.com/2010/07/inilah-sejarah-lipstik-dari-masa-kuno.html
http://www.tabloidbintang.com/gaya-hidup/cantik-a-sehat/64521-8-rahasia-di-balik-sejarah-lipstik.html
PARFUM
Parfum sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu - kata "parfum" berasal dari bahasa Latin per fume artinya "melalui asap". Salah satu kegunaan parfum tertua berupa bentuk pembakaran dupa dan herbal aromatik yang digunakan dalam pelayanan keagamaan, seringkali untuk aromatik gums, kemenyan dan mur, dikumpulkan dari pohon. Mesir adalah yang pertama memasukkan parfum ke budaya mereka diikuti oleh Cina kuno, Hindu, Israel, Carthaginians, Arab, Yunani, dan Romawi. Penggunaan awal dari botol parfum adalah di Mesir sekitar 1000 SM. Mesir menemukan gelas dan botol parfum adalah salah satu penggunaan umum pertama untuk kaca.
Parfum pertama adalah bagian dari ritual keagamaanAwal dari penggunaan parfum dapat ditelusuri kembali ribuan tahun ke Mesir awal. Keharuman pertama dupa sebenarnya, yang menjelaskan asal-usul sebenarnya dari "parfum" kata. Ini berasal dari kata Latin, "dengan" dan "prima", yang berarti "melalui" dan "asap". Begitu pula dengan resin terbakar dan aroma kayu yang telah dicapai. Dan mereka digunakan untuk upacara keagamaan.Aroma ini dikembangkan dalam kolaborasi dengan kosmetik pertama, tapi mereka tidak dibuat untuk menarik lawan jenis, mereka dibuat untuk menarik niat baik dari para dewa. Orang Mesir adalah orang yang sangat spiritual. Itu sebabnya mereka mengambil seni parfum membuat begitu serius - mereka berpikir bahwa para dewa tersenyum pada mereka jika mereka merasa baik, dan jika mereka dikelilingi oleh bau-bau ini. Bahkan, mereka mengambil ide dengan mereka setelah kematian mereka. Banyak parfum kontainer dimakamkan di kuburan massal. Mereka juga digunakan untuk pembalseman. Parfum banyak mereka digunakan, dan parfum, semakin besar kemungkinan mereka akan harus pergi ke surga.
Ide mandi mewah dari Yunani dan Romawi datang ke Mesir. Mereka berenang dengan antusias. Minyak telah membantu untuk melindungi kulit mereka dari pengeringan keluar dalam cuaca panas. Ini juga awal krim dan salep untuk pelembab.Wadah parfum selalu menarikOrang Mesir memperlakukan parfum mereka dengan penuh hormat, dan percaya bahwa hanya wadah terbaik telah cukup baik untuk menahan mereka. Setiap usaha dibuat untuk memproduksi wadah khusus yang indah. Mereka menggunakan bahan-bahan eksotis seperti alabaster, eboni kayu dan porselen. Ketika gelas pertama kali dibuat di Mesir, itu dianggap lebih berharga daripada permata, sehingga menjadi bahan pilihan untuk wadah parfum mereka.
Botol parfum saat ini adalah sebagai menarik sebagai mereka selalu. Sekarang, produsen sangat inovatif dengan desain botol mereka.Pembuatan parfum diturunkan selama berabad-abadKetika orang-orang Yunani dan Romawi pindah ke Mesir, mereka menyukai minyak wangi dan salep, orang Mesir digunakan. Mereka cepat belajar untuk menghasilkan mereka, dan mulai untuk menambahkan sentuhan pribadi mereka. Dikatakan bahwa orang-orang Yunani adalah yang pertama untuk membuat parfum cair, meskipun itu bukan sesuatu seperti parfum hari ini. Untuk membuat parfum mereka, mereka menggunakan campuran bubuk harum dan minyak berat - tidak ada alkohol.Orang Yunani memiliki menjunjung tinggi bunga tertentu, termasuk lili dan mawar. Jadi, sementara mirip dengan parfum yang dianggap yang terbaik. Mereka menggunakan minyak seperti minyak zaitun dan minyak almond, untuk menangkap aroma bunga. Ditambahkan ke bunga lili dan mawar adalah adas dan akar iris. Orang Yunani suka berenang dengan minyak wangi, baik pria maupun wanita, dan mereka digunakan pada semua bagian tubuh, baik sebelum dan sesudah mandi.Praktek ini tersebar luas di pemandian Romawi, di mana akan ada semua jenis botol dan botol minyak wangi dalam segala bentuk dan ukuran. Bangsa Romawi mandi tiga kali sehari, sehingga mereka perlu untuk menjaga banyak tangan. Mereka bahkan memakai parfum pada anjing dan kuda. Dan pesta-pesta mereka, mereka menaruh aroma sayap burung, dan membiarkan mereka terbang di sekitar ruangan, melepaskan aroma seperti mereka pergi. Mereka juga memakai parfum pada furnitur mereka. Para pelayan berbagai senyawa aromatik, juga. Itu cukup masyarakat wangi!Parfum membuat jalan di seluruh duniaAda sedikit penurunan dalam penggunaan parfum selama waktu ketika agama Kristen mulai menyebar. Kristen pikir dia terlalu lunak. Dan kemudian ketika Kekaisaran Romawi jatuh, penggunaan parfum yang benar-benar menurun. Tetapi karena mereka tidak percaya dalam kekristenan, komunitas Islam tetap hidup penggunaan parfum.Dengan penuaan difokuskan pada rute perdagangan internasional dan terbuka, seni membuat parfum menyebar ke seluruh dunia yang dikenal. Hal ini telah menyebabkan kebangunan sekitar abad ke-12. Seperti beberapa negara yang terlibat dalam seni, berbagai aromatik ditemukan untuk membuat wewangian baru.
Sumber:
http://gudang-sejarah.blogspot.com/2011/12/sejarah-parfum.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Parfum
JEANS
Sejarah Jeans
Celana jeans dulunya adalah celana yang hanya dipakai oleh para pekerja tambang di Amerika Serikat? Di mana celana ini dahulunya menunjukkan status pemakainya, sehingga disebut pernah mendapat julukan “celana kelas pekerja.
Ialah seorang yang bernama Levi Strauss yang memulai cerita ini, seorang pemuda berumur 20 tahun yang berasal dari Bavaria (Jerman), Eropa. Strauss berangkat ke San Fancisco pada tahun 1847 dengan bermodal beberapa potong tekstil yang akan dijual ke Barat. Pada saat itu di Amerika sedang demam tambang emas, dan Strauss mencoba peruntungannya dengan menjual tekstilnya kepada para penambang emas. Strauss berhasil menjual seluruh barangnya kecuali tenda-tenda yang terbuat dari kanvas.
Kemudian dari sisa potongan kanvas tersebut, Strauss membuat beberapa potong celana untuk kemudian dijual kembali kepada para pekerja tambang. Dan ternyata para pekerja tambang tersebut menyukai celana kanvas buatan Strauss, hal ini disebabkan celana kanvas tahan lama, tidak mudah rusak ataupun sobek. Karena celana kanvas buatan Strauss laku keras, ia mulai berimprovisasi dengan menggunakan bahan yang lain yang ia pesan dari Genoa, Italia. Para pemintal di Genoa menyebut bahan yang ia pesan tersebut dengan nama “genes” dan oleh Strauss diubah menjadi “ bluejeans” setelah ia mencelupnya dengan warna indigo.
Dari sinilah Strauss mulai memproduksi calana jeans dalam jumlah yang banyak, dan para penambang pun ketagihan dengan celana buatan Strauss hingga muncul istilah “those pants of Levi’s” (celana si Levi). Setelah itu tercetuslah merk dagang bernama “Levi’s”, yang merupakan merk dagang celana jeans pertama di dunia.
Dalam waktu singkat celana Levi’s menjadi celana resmi para penambang, dan celana ini kian popular di kalangan pekerja tambang, Sehingga akhirnya menjadi simbol status ekonomi yang diasosiasikan dengan celana kelas pekerja. Di tahun 1920, Levi’s Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laku di bagian Selatan Amerika, dan walau sekarang bahannya sudah digantikan dengan denim namun banyak orang masih menyebutnya sebagai celana jeans.
Popularitas jeans semakin melebar setelah adanya film cowboy pada tahun 1930-an, film ini sangat mendongkrak kepopuleran jeans dikarenakan para pemain pada film cowboy menggunakan bahan jeans untuk kostumnya. Dalam waktu yang relatif singkat para lelaki baik tua maupun muda berusaha meniru jagoan mereka dengan ikut mengenakan jeans. Jeans naik daun kala itu dan membuat citra jeans yang dulu hanya menjadi celana kelas pekerja menjadi sebuah simbol penampilan yang casual.
Penggunaan jeans semakin meluas pada masa perang dunia, dimana para serdadu Amerika kala itu mengenakannya sebagai seragam selagi tidak bertugas. Dan setelah perang dunia lebih tepatnya pada tahun 1950-an jeans mendadak menjadi ”must have item” di kalangan anak muda Amerika, hal ini dipicu karena penampilan artis James Dean yang terlihat keren dengan jeansnya dan menciptakan trend baru di kalangan anak muda. Trend kembali bergulir di tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Gaya hidup menggelandang ala hippy menciptakan kreasi baru. Gadis-gadis hippy suka mengenakan jeans yang dihiasi dengan sulaman atau lukisan cat.
Dan cerita jeans tidak berhenti di situ, jeans benar-benar menjadi trend berkualitas setelah pada tahun 1980-an para perancang top dunia seperti Armani, Klein dan Versace mulai mengangkat jeans sebagai bahan yang bisa tampil anggun dengan rancangan mereka. Kini penggunaan jeans benar-benar meluas dan bahkan telah sampai untuk seragam santai (dress down friday) yang biasa digunakan setiap jum’at untuk ke kantor.
Saat ini jeans telah menjadi bagian dari kehidupan kita, dan tidak hanya dimonopoli oleh kalangan pekerja tambang seperti pada zaman dahulu. Kini jeans telah benar-benar dapat masuk ke seluruh kalangan masyarakat tanpa memadang statusnya. Dan secara tidak langsung Levi Strauss telah menciptakan sejarah pada peradaban manusia, yakni menciptakan sebuah trend mode yang mampu diterima oleh semua kalangan. Tidak salah jika Levi Strauss menjadi sebuah legenda hidup yang akan selalu diingat di dunia fashion.
Macam-macam Jeans :
- Straight Cut
jeans straight cut adalah model
jeans ini yang biasa,
biasanya jatuh di bagian pinggang dan bentuknya lurus sampai mata kaki. Model ini banyang digunakan oleh para
wanita.
- Boot Cut
Jeans jenis boot cut atau
flare-cut adalah model jeans yang jatuh di bagian pinggang dan longgar di
bagian kaki, dari lutut bawah sampai mata kaki.model ini cukup lama di pakai oleh para wanita setelah zaman
straight cut.
- Wide Cut
Wide cut adalah jenis jeans yang
hampir sama seperti boot cut tetapi
perbedaannya hanya Wide cut jatuh pada bagian pinggang dan longgar dari bagian
paha sampai mata kaki. Jeans ini menjadi mode dikalangan anak muda dan ibu-ibu.
- Skinny Jeans
Skinny jeans adalah model jeans yang jatuh di bagian pinggang dan modelnya
mengecil sampai mata kaki. Yang saat ini dikenal dengan pencil. Dan sampai
sekarang model ini masih menjadi trenddy di kalangan anak muda.
- Cropped Jeans
Model cropped jeans adalah jenis jeans yang panjang jeansnya tidak
mencapai mata kaki, melainkan hanya ¾. Yang biasa digunakan untuk acara santai.
- Boyfriend Jeans
Boyfriend jeans adalah jeans untuk pria. Jeans ini berpotongan
besar (gombrong) dari atas sampai bawah terkadang jeans ini pada bagian
bawahnya suka dilipat sesuai dengan selera.
- High Rise
Model high rise atau sering juga
di sebut high waist yang sekarang
mulai di gemari oleh kalangan muda di Indonesia dan seluruh dunia. Bentuk jeans ini mulai dari atas pinggang bentuk bawahnya seperti
skinny jeans sesuai dengan keinginan kita. Yang biasanya digunakan oleh wanita.
- Low Rise
Sumber:
http://thestory4u.wordpress.com/2011/02/01/335/
http://nurahmananissa.blogspot.com/2012/11/perkembangan-trend-jeans.html
Sabtu, 16 November 2013
MAKALAH BAHASA INDONESIA (Kelompok 1)
TUGAS BAHASA INDONESIA II
Disusun Oleh :
ADITYA ANGGORO JATI (20211211)
BAMA IBADUR RAHMAN (21211394)
DIANA RITRI (22211044)
DWINTA PUSPARANI
(22211283)
ELANG AL ARS (28211414)
GINA CHAIRUNNISA (23211070)
HILDA NURINA (23211381)
SETYA NUGROHO (29211435)
PUTRI RAHMAYENI (25211662)
- 3EB15 -
1. Pengertian Karangan Ilmiah
Pengertian karangan Ilmiah merupakan sebuah Karya yang baik dan
bisa kita ambil kesimpulan untuk mendapatkan inspirasi dari sebuah Karya Ilmiah
tersebut.Berikut adalah sedikit penjelasan tentang Karya Ilmiah.
Pengertian karangan Ilmiah adalah Sebuah karya tulis
yang mana didalam isinya mengungkapkan suatu pembahasan yang lengkap dan secara
ilmiah yang dituliskan oleh seorang penulis.Untuk memberitahukan sesuatu hal
secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
Karya ilmiah juga biasanya ditulis
untuk mencari sebuah jawaban mengenai sesuatu hal yang di teliti dan untuk
membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan
tersebut. Biasanya tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang
baru (aktual) dan belum pernah ditulis oleh orang lain agar terlihat beda dan
terkesan baik.
Istilah karya ilmiah adalah mengacu
kepada sebuah karya tulis yang menyusun dan menyajikan berdasarkan pada suatu kajian
ilmiah dan cara kerja ilmiah. Didalam sebuah penulisan karya ilmiah, baik
makalah maupun laporan penelitian biasanya telah didasarkan pada suatu kajian
ilmiah dan cara kerja yang ilmiah.Sekian informasi sederhana saya
mengenai Pengertian Karya Ilmiah. Karya ilmiah atau dalam
bahasa Inggris (scientific
paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil
penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim
dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh
masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain
laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang
pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
Data, simpulan, dan informasi lain
yang terkandung dalam karya ilmiah biasa dijadikan acuan (referensi) ilmuwan
lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Isi (batang
tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Menurut John
Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu:
1. Mengenali dan merumuskan masalah
2. Menyusun kerangka berpikir
dalam rangka penarikan hipotesis, (3) merumuskan hipotesis atau dugaan hasil
sementara, (4) menguji hipotesis, dan (5) menarik kesimpulan.
2. Pengertian Karangan Semi Ilmiah
Pengertian karangan semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang
menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak
semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang
sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.Maksud dari
karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah.
Pengertian karangan semi ilmiah
merupakan karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu
tulisan.Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti
metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret,
gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang
dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan
fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal
dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada
diantara ilmiah.
Mengarang merupakan kegiatan
mengemukakan gagasan secara tertulis. Menurut Syafie’ie (1988:41), tulisan pada
hakikatnya adalah representasi bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk visual menurut
sistem ortografi tertentu. Banyak aspek bahasa lisan seperti nada, tekanan
irama serta beberapa aspek lainya tidak dapat direpresentasikan dalam
tulisan.Begitu juga halnya dengan aspek fisik, seperti gerak tangan, tubuh,
kepala, wajah, yang mengiringi bahasa lisan tidak dapat diwujudkan dalam bahasa
tulis.Oleh karena itu, dalam mengemukakan gagasan secara tertulis, penulis
perlu menggunakan bentuk tertentu.Betuk-bentuk tersebut, seperti dikemukakan
oleh Semi (2003:29) bahwa secara umum karangan dapat dikembangkan dalam empat
bentuk yaitu narasi, ekposisisi, deskripsi, dan argumentasi.
3. Pengertian Karangan Non Ilmiah
Pengertian karangan non ilmiah merupakan istilah yang sudah sangat
lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini,
ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi.
Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk
diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa
pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud
dapat dicermati dari beberapa aspek.Pertama, karya ilmiah harus merupakan
pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif).Faktual objektif adalah
adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti.Kesesuaian ini harus
dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.Kedua, karya ilmiah
bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan
metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan
terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga,
dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah.
Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya
ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam
melakukan pengklasifikasian.
Karangan nonilmiah yang telah
disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah
populer.Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah
ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah.Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa
karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah
adalah pada
pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan.Jika dalam
karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu,
dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin
dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian
istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari
segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan
dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah
agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah
memiliki pendahuluan (preliminaris) yangtidak selalu terdapat pada karangan
semiilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan
ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong
dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang
tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik,
esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng,
hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi
topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum.Karangan
nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif.
Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer,
walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1)
emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari
keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti.
Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan
cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan
subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
Jenis-jenis
yang termasuk karya non-ilmiah:
- Dongeng
- Cerpen
- Novel
- Drama
- roman.
1. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk
meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup
informative
2. Deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
3. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
4.
Macam – macam karangan Ilmiah
Ada
berbagai macam karangan ilmiah, berikut diantaranya :
·
Laporan
penelitian.
Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang
didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang
dibiayai oleh Departemen Kebudayaan, dsb.
·
Skripsi.
Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
·
Tesis.
Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master.
·
Disertasi.
Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.
·
Surat
pembaca.
Surat yang berisi kritik dan tanggapan terhadap isi suatu tulisan ilmiah.
·
Laporan
kasus.
Tulisan mengenai kasus-kasus yang ada yang dilandasi dengan teori.
5.
Macam – macam Karangan Semi Ilmiah
Bentuk karangan semi ilmiah
yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Berikut
penjelasan diantaranya :
·
Artikel
adalah tulisan lepas berisi opini seseorang atau kelompok yang mengupas tuntas
suatu masalah tertentu yang sifatnya actual dan controversial untuk tujuan
member informasi, mempengaruhi dan meyakinkan atau menghibur khalayak pembaca.
·
Resensi
buku
adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap
sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan,
deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.
·
Opini (Inggris: Opinion) adalah pendapat, ide atau
pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu
terhadap prespektif dan idiologi akan tetapi bersifat
tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat
pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan
dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung
ditentukan. Opini bukanlah merupakan sebuah fakta akan tetapi jika
dikemudian hari dapat dibuktikan atau diverifikasi maka opini akan berubah
menjadi sebuah kenyataan atau fakta.
6. Macam-Macam Karangan Non
Ilmiah
·
Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif. Sebuah karangan
yang menceritakan tentang suatu alur cerita yang memiliki tokoh cerita dan
situasi cerita terbatas.
Cerita pendek cenderung
kurang kompleks dibandingkan dengan novel.Cerita pendek biasanya memusatkan
perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah
tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi
yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur
dramatis: eksposisi
(pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya); komplikasi (peristiwa di dalam
cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang
menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah);
klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang
mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana
konflik dipecahkan); dan moralnya.
·
Dongeng : Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan
kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang
mengandung makna hidup.
Jenis-jenis Dongeng:
-
Dongeng Binatang
(animal tales)
-
Dongeng Biasa
(ordinary tales) adalah dongeng yang ditokohi manusia dan biasanya adalah suka
duka seseorang.
-
Lelucon dan anekdot
(jokes and anecdotes)
-
Dongeng Berumus.
Dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan.
Ciri-ciri Dongeng:
-
Penyebarannya dan
pewarisannya dilakukan secara lisan.
-
Disebarkan diantara
kolektif tertentu dalam waktu yang cukup lama.
-
Adanya versi yang
berbeda-beda disebabkan oleh cara penyebarannya secara lisan.
-
Bersifat anonim,
yaitu nama penciptanya sudah tidak diketahui lagi.
-
Biasanya mempunyai
bentuk berumus atau berpola seperti klise, kata-kata pembukaan dan penutup
baku.
-
Bersifat pralogis,
yaitu memiliki logika tersendiri yang tidak sesuai dengan logika umum.
-
Menjadi milik bersama
dari kolektif tertentu.
-
Bersifat polos dan
lugu, sehinggan seringkali kelihatannya kasar, terlalu spontan.
·
Novel : Bentuk sastra yang paling popular di dunia. Yang
merupakan karya sastra yang mempunyai unsur intrinsik dan ekstrinsik yang
keduanya saling berhubungan.
Menurut Muchtar Lubis dalam Tarigan (1984:165) cerita
novel itu ada bermacam-macam, antara lain:
Novel avonuter adalah bentuk novel yang dipusatkan pada seorang
lakon atau tokoh utama.Ceritanya dimulai dari awal sampai akhir para tokoh
mengalami rintangan-rintangan dalam mencapai maksudnya.
Novel psikologi merupakan novel yang penuh dengan peristiwa-peristiwa
kejiwaan para tokoh.
Novel detektif adalah novel yang merupakan cerita pembongkaran
rekayasa kejahatan untuk menagkap pelakunya dengan cara penyelidikan yang tepat
dan cermat.
Novel Politik atau novel sosial adalah bentuk cerita tentang
kehidupan golongan dalam masyarakat dengan segala permasalahannya, misalnya
antara kaum masyarakat dan buruh dengan kaum kapitalis terjadi pemberontakan.
Novel kolektif adalah novel yang menceritakan pelaku secara kompleks
(menyeluruh) dan segala seluk beluknya.Novel kolektif tidak mementingkan
individu masyarakat secara kolektif.
Ciri-ciri Novel:
- Jumlah
kata lebih dari 35.000 buah
- Jumlah
waktu rata-rata yang dipergunakan buat membaca novel yang paling pendek
diperlukan waktu minimal 2 jam atau 120 menit
- Jumlah
halaman novel minimal 100 halaman
- Novel
bergantung pada pelaku dan mungkin lebih dari satu pelaku
- Novel
menyajikan lebih dari satu impresi, efek dan emosi
- Skala
novel luas
- Seleksi
pada novel lebih luas
- Kelajuan
pada novel kurang cepat
- Unsur-unsur
kepadatan dan intensitas dalam novel kurang diutamakan.
·
Drama : Suatu aksi atau perbuatan. Adalah
suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.
Jenis-jenis Drama:
1. Drama
menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu
·
Drama Baru/Drama Modern Drama baru adalah drama yang
memiliki tujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat yang umumnya bertema
kehidupan manusia sehari-hari. Contoh drama baru/modern adalah sinetron, opera,
dan film.
·
Drama
Lama/Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan sebagainya. Contoh drama tradisional/klasik, seperti lenong (pertunjukan sandiwara dengan gambang kromong dari Jakarta), topeng Betawi, dagelan/ketoprak (sandiwara tradisional Jawa dengan iringan musik gamelan, diringi tarian dan tembang), wayang yang dimainkan seorang dalang, dan randai (tarian yang dibawakan oleh sekelompok orang yang berkeliling membentuk lingkaran dan menarikannya sambil bernyanyi dan bertepuk tangan).
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan sebagainya. Contoh drama tradisional/klasik, seperti lenong (pertunjukan sandiwara dengan gambang kromong dari Jakarta), topeng Betawi, dagelan/ketoprak (sandiwara tradisional Jawa dengan iringan musik gamelan, diringi tarian dan tembang), wayang yang dimainkan seorang dalang, dan randai (tarian yang dibawakan oleh sekelompok orang yang berkeliling membentuk lingkaran dan menarikannya sambil bernyanyi dan bertepuk tangan).
2. Drama
menurut kandungan isi ceritanya, yaitu:
·
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik
penuh keceriaan.
·
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh
kemalangan.
·
Komedi Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada
sedih dan ada lucunya.
·
Opera adalah drama yang mengandung musik dan
nyanyian.
·
Lelucon/Dagelan adalah drama yang lakonnya selalu
bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
·
Operet / Operette adalah opera yang ceritanya lebih
pendek.
·
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk
gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
·
Tablo adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi
oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
·
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama.
·
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka
wayang.
·
Roman : sebuah karya gambaran dunia yang diciptakan oleh
pengarangnya, yang di dalamnya menampilkan keseluruhan hidup suatu tokoh
beserta permasalahannya, terutama dalam hubungan dengan kehidupan sosialnya.
Jenis Roman
berdasarkan penitikberatan cerita:
- Roman Kriminal
dan Detektif
- Roman
Petualangan
- Roman
Psikologi
- Roman
Percintaan
- Roman
Hiburan
- Roman Anak
dan Remaja
- Roman
Pendidikan
7. Sifat - sifat Karya Ilmiah
Berbeda dengan tulisan fiksi (novel,
puisi, cerpen), karya ilmiah bersifat formal sehingga harus memenuhi
syarat.Beberapa syarat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Lugas dan tidak emosional
Maksudnya adalah karya ilmiah hanya
mempunyai satu arti, tidak memakai kata kiasan, sehingga pembaca tidak mebuaat
tafsiran (interprestasi) sendiri-sendiri.Karena itu, perlu ada batasan
(definisi) oprasional pengertian suatu istilah, konsep, atau variabe.
2. Logis
Maksudnya adalah kalimat, alinea,
subbab, subsubbab, disusun berdasarkan suatu urutan yang konsisten. Urutan
disini meliputi urutan pengertian, klasifikasi, waktu (kronologis), ruang,
sebab-akibat, umum-khusus, khusus-umum, atau proses dan peristiwa.
3. Efektif
Maksudnya adalah baik alinea atau
subbab harus menunjukan adanya satu kebulatan pikiran, ada penekanan, dan ada
pengembangan.
4. Efisien
Maksudnya adalah hanya mempergunakan
kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
5. Ditulis
dengan bahasa Indonesia yang baku.
8.
Sifat Karangan Semi Ilmiah
1. Ditulis
berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta
yang disimpulkan subjektif
3. Gaya
bahasa formal, sederhana, dan popular
4. Tidak
memuat hipotesis
5. Penyajian
fakta dibarengi dengan sejarah
6. Bersifat
imajinatif
7. Situasi
didramatisir, dan Bersifat persuatif
9.
Sifat Karangan Non Ilmiah
1.
Emotif
2.
Persuasif
3.
Diskriptif
4.
Kritik tanpa dukungan bukti
10. Bentuk Karangan Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk
makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku
ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah
pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal
ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau
majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah
singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang
Dibukukan
Karya
ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian,
observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang.
Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya
disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang
S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku
ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh
sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah
dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
11. Bentuk Karangan Semi Ilmiah
1. Artikel, adalah karangan
faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan
(melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan
fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
2. Editorial, opini berisi pendapat dan sikap resmi
suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal,
atau kontroversial yang berkembang di masyarakat.
3. Opini, pendapat, ide atau pikiran untuk
menjelaskan kecenderungan atau preferensi
tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan
tetapi bersifat tidak objektif
karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah
pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau
kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi
4. Tips
merupakan arahan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk
tujuan tertentu. Tips biasanya berisi kata-kata yang mudah dipahami oleh siapa
saja yang membacanya. Tips biasanya ditulis berdasarkan pengalaman atau
pengetahuan dari seorang yang memberikan tips. Tips biasanya ditulis dikarena
suatu hal yang dibahas sering dialami oleh sebagain besar lapisan masyarakat.
5. Reportase adalah kegiatan jurnalistik
dalam meliput langsung peristiwa atau kejadian di lapangan. Wartawan mendatangi
langsung tempat kejadian atau TKP (Tempat Kejadian Perkara) lalu mengumpilkan
fakta dan data seputar peristiwa tersebut.
6. Resensi buku adalah bentuk kombinasi antara uraian,
ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan
resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.
12.
Ciri-ciri karangan ilmiah
Apa
pun jenis karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau akademisi – sebagaimana
telah diuraikan pada bagian sebelumnya – harus mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut.
- Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan
berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap
pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang
bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek
kebenaran dan keabsahanya.
- Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas
dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun
kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’,
‘membujuk’, atau ‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.
- Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila
mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi,
kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa
mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
- Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar
induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data
digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu
teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
- Menyajikan
fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau
simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh
karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti
orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang
seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang
bertengkar) hendaknya dihindarkan.
13. Ciri-ciri karangan non-ilmiah
Karangan
nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan
pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri
karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.
Contoh
Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh
karangan nonilmiah.Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut
karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.
Perbedaan
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah
yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis.Berkaitan
dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan
nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat
penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan
nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang
signifikan.
Perbedaan_perbedaan
yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
Pertama,karya ilmiah harus
merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual
objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang
diteliti.Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.
Kedua,karya ilmiah
bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan
metode atau cara-cara tertentu dengan langkah_langkah yang teratur dan
terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
Ketiga,dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah.
Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya
ilmiah. Perbedaan_perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam
melakukan pengklasifikasian.
Selain
karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga
karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah populer.Sebagian ahli bahasa
membedakan dengan tegas antara karangan semi-ilmiah ini dengan karangan ilmiah
dan nonilmiah.Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan
antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian
bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan.Jika dalam karangan ilmiah digunakan
bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah
bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata
lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah_istilah umum
daripada istilah_istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika
penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi
secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar
meskipun tetap sistematis.Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki
pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan
semi-ilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah,
semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam
karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang
tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel, feature,kritik, esai,
resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat,
cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya
nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak
didukung fakta umum.Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan
umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya
nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.
Karya
nonilmiah bersifat
(1)
emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari
keuntungan dan sedikit informasi.
(2)
persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca,
mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
(3)
deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif .
(4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan
bukti..
-
ditulis berdasarkan fakta pribadi,
-
fakta yang disimpulkan subyektif,
-
gaya bahasa konotatif dan populer,
-
tidak memuat hipotesis,
-
penyajian dibarengi dengan sejarah,
-
bersifat imajinatif,
-
situasi didramatisir,
-
bersifat persuasif.
-
tanpa dukungan bukti
14. Ciri-Ciri Karya
Tulis Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah
yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang
sederhana mengenai hal – hal kehidupan sehari – hari. karangan ilmiah populer bersifat
umum dengan menguraikan fakta-faktanya yang saling berkaitan sesuai dengan tema
pokok atau gagasan inti yang hendak disampaikan dalam bahasa yang sederhana,
ringkas, padat, dan jelas. Kata-kata teknis sebaiknya diganti dngan kata yang
lebih umum, Contoh karya ilmiah popular yang mudah
diperoleh ialah majalah dan koran.
Menurut (Dalman, 2012:113-114) karya ilmiah memiliki
ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu:
- Struktur
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya
terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian penutup.Bagian awal merupakan
pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang
ingin disampaikan.
- Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan
jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti,
penutup, dan daftar pustaka.Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal
mempersyaratkan adanya abstrak.
- Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang
disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal .
- Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa
baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang
efektif dengan struktur yang baku.
Karya
ilmiah populer lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra.
Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang
dipakai dalam dunia jurnalistik. Karena fungsi media massa sebagai
media informasi, kontrol sosial, alat pendidikan, dan alat penghibur, maka
ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif, sederhana,
dinamis, dan demokratis.
- Komunikatif
Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak
menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. Ciri ini merupakan ciri utama
bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi.
Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri
komunikatif.
- Sederhana
Ciri sederhana berarti tidak menggunakan
kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang
berbelit-belit atau berbunga-bunga. Apabila memang diperlukan, kata-kata teknis
harus diikuti penjelasan maknanya.
- Dinamis
Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus
menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat.Kata-kata yang
tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan.
- Demokratis
Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan
tidak menghidupkan kembali feodalisme.Kata bujang, misalnya, dalam bahasa
Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah.
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)



