Sabtu, 09 Juni 2012

INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL


1. Investasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara, diantaranya:
- prospek ekonomi di masa yang akan datang. Dengan adanya ketidakpastian serta banyaknya kemungkinan kondisi ekonomi Indonesia yang akan datang, menjadikan kegiatan mendapatkan dana untuk investasi menjadi tidak mudah.
- keuntungan yang dicapai perusahaan. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka semakin terbuka pula kesempatan sebagian dari keuntungan tersebut untuk diinvestasikan kembali ke dalam kegiatan perusahaan.
- perubahan dan perkembangan teknologi. Semakin cepat perubahan teknologi, maka akan semakin memacu setiap pelaku usaha untuk menginvestasikan dananya guna mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut.
- kestabilan perekonomian negara.
- tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga yang tinggi akan menyebabkan dana yang diperoleh dengan kredit untuk investasi menjadi mahal. Akibatnya akan membebani proses produksi dengan biaya yang tinggi, yang berakibat lanjut tidak efisiennya output yang dihasilkan.


2. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

Pada awalnya investasi melalui penanaman modal dalam negeri di Indonesia telah diatur di dalam undang-undang no. 6 tahun 1968, dengan memberi persetujuan kepada berbagai macam proyek yang tersebar di berbagai sektor di wilayah Indonesia.
Setelah pelita ke II investasi dari penanaman modal ini mulai diarahkan pada usaha untuk:
- memperkokoh struktur industri dalam negeri secara umum, dengan memprioritaskan industri yang mampu mengolah bahan baku, modal, serta penunjang.
- prioritas juga ditujukan kepada industri agar mampu menciptakan mesin-mesin produksi sendiri.
- diarahkan pada proses penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya,
- dapat menyebar ke luar wilayah pulau Jawa, agar pembangunan dapat lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.


3. Penanaman Modal Asing (PMA)



Secara makro proses kemajuan ekonomi suatu negara akan semakin lancar jika tingkat tabungan masyarakat mampu mengimbangi kebutuhan investasi yang akan dilakukan.

Adapun beberapa alasan yang menentang masuknya PMA adalah:
- di dalam kenyataan sangat jarang perusahaan multinasional bersedia menanamkan kembali keuntungan yang diperolehnya di negara-negara berkembang.
- perusahaan-perusahaan multinasional dapat menyebabkan berkurangnya penerimaan devisa negara.
- perusahaan multinasional sering memiliki kedudukan sebagai perusahaan monopolis.
- perusahaan multinasional dapat mempertajam kesenjangan sosial.

Namun, Indonesia masih banyak membutuhkan bantuan penanaman modal asing tersebut, dikarenakan:
- kemampuan menabung masyarakat Indonesia yang belum sempurna, sehingga kebutuhan modal dalam negeri masih kurang.
- belum efisiennya produksi untuk jenis-jenis komoditi tertentu, sehingga lebih menguntungkan jika diserahkan pengelolaannya pada investor asing.
- masih banyak sektor yang belum dapat dikelola sendiri oleh tenaga maupun manajemen dalam negeri.


Daftar Pustaka:
Setyawan, Aris Budi. 1997. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Gunadarma (Seri Diktat Kuliah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar